HUBUNGAN STRES DAN MEKANISME KOPING ORANGTUA DARI ANAK PENDERITA TUNAGRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA SATRIA GALDIN BANDUNG

  • Junaedi Junaedi STKINDO Wirautama
Keywords: Tunagrahita, Stres, Mekanisme Koping

Abstract

Orangtua dengan anak penderita tunagrahita merupakan stresor yang berat karena memerlukan perawatan khusus akibat keterbatasan fisik dan intelektual pada anak tersebut. Dalam menghadapi masalah tersebut, orangtua memerlukan koping adaptif sehingga penyelesaian masalah dapat diatasi dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan stres dan mekanisme koping orangtua dari anak penderita tunagrahita. Jenis penelitian, kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi. Populasi penelitian ini adalah orangtua dengan anak tunagrahita di SLB Satria Galdin Bandung tingkat Sekolah Dasar sebanyak 25 orang, sehingga sampel yang digunakan adalah total sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner stress dan mekanisme koping. Uji validitas kuesioner stres yang valid berkisar .729-.893 dengan reliabilitas .764 sedangkan kuesioner mekanisme koping yang valid berkisar .664-965 dengan reliabilitas .759. Hasil penelitian, dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukan hampir seluruhnya (92,0%) orangtua dari penderita anak tunagrahita mengalami stres tingkatan sedang dan hampir seluruhnya (92,0%) menggunakan mekanisme koping adaptif. Jadi secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara stres dan mekanisme koping orangtua dari anak penderita tunagrahita dengan ρ= 0,00< = 0,05. Saran, SLB membentuk kelompok orangtua dari anak penderita tunagrahita melalui kegiatan terstruktur dan berkesnimabungan, seperti sharring experience dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan anak tunagrahita.

Published
2015-03-24